Senin, 21 Juli 2025
Bacaan Alkitab Setahun
1 Tesalonika 3; Mazmur 29-30
IMAN DI TENGAH PENDERITAAN
Memperkatakan
“Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia.” (1 Tesalonika 3:5)
Merenungkan
Paulus sangat peduli terhadap jemaat di Tesalonika, bukan karena jumlah mereka atau keberhasilan pelayanan, tetapi karena iman mereka. Ketika penderitaan datang, ia kuatir apakah mereka tetap teguh atau goyah. Imannya sendiri dikuatkan ketika mendengar kabar bahwa mereka tetap berdiri teguh dalam Kristus. Ini menunjukkan bahwa dalam masa sulit, yang paling diuji adalah iman, dan yang paling berharga adalah iman yang tetap bertahan. Penderitaan bukan pertanda Tuhan meninggalkan, melainkan kesempatan untuk membuktikan bahwa iman kita bukan sekadar teori, tapi dasar hidup yang kokoh.
Melakukan
Hari ini, jika Anda sedang menghadapi tekanan hidup, ingat: yang sedang diuji adalah iman Anda. Jangan menyerah. Baca ulang ayat 8: “Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan.” Doakan agar iman Anda tetap kuatdan kuatkan juga iman orang lain di sekitar Anda.
Membagikan
Bagikanlah renungan ini kepada orang lain!