Kamis, 13 November 2025
MEZBAH KELUARGA (DBR)
Bacaan Alkitab Setahun
Wahyu 10; Ratapan 1-2
MENANGIS DI HADAPAN TUHAN
Memperkatakan
“Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!” (Ratapan 2:19)
Merenungkan
Terkadang yang Tuhan ingin kita lakukan bukan segera mengerti, tetapi berani menangis di hadapan-Nya. Umat Yerusalem hancur, kehilangan segalanya, namun di tengah kepedihan itu, Tuhan memanggil mereka untuk datang dan mencurahkan hati. Air mata yang tercurah di hadapan Tuhan bukan tanda kelemahan, melainkan wujud kepercayaan bahwa hanya Dia satu-satunya tempat perlindungan sejati. Doa yang lahir dari air mata sering kali menjadi awal dari pemulihan, sebab Tuhan dekat kepada orang yang hancur hati dan menyelamatkan mereka yang remuk jiwanya.
Melakukan
Hari ini, jika hati Anda terasa berat atau kehilangan arah, datanglah kepada Tuhan. Jangan tahan air mata Anda curahkan isi hati di hadapan-Nya. Ia tidak menolak tangisan Anda, melainkan menampungnya sebagai doa yang berharga di hadapan-Nya.
Membagikan
Bagikanlah Renungan ini kepada Orang Lain!